Kendal. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kendal mengadakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk pada hari Sabtu tanggal 15 Mei 2010 dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal sebagai bagian dari sosialisasi dan pengenalan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010 kepada masyarakat Kabupaten Kendal yang bertempat di Alun-Alun Kabupaten Kendal.
Acara ini dimulai tepat jam 21.00 WIB, diawali dengan doa bersama yang dipimpin 6 (enam) pemuka agama di Kabupaten Kendal. Agama Katholik dipimpin oleh ROMO BYL SUBAGIO Pr Baru, agama Kristen oleh PENDETA Drs. EDI YANTO, agama Hindu oleh PINANDITA EDI SUTOKO, agama Budha oleh PANDITA SAPARDI, agama Khonghucu oleh AGUS KURNIAWAN dan terakhir agama Islam oleh Ustadz H.M. UBAIDILLAH, S.PdI .
Berikutnya adalah pengenalan profil, nomor urut, visi dan misi pasangan calon yang dipimpin oleh anggota KPU Kabupaten Kendal, H. Sukamto, BA sesuai dengan nomor urut pasangan calon. Pasangan calon nomor urut (1) dr. Hj. WIDYA KANDI SUSANTI, M.M dan H. MUKH MUSTAMSIKIN S.Ag, M.SI, (2) Ir. H. SUGIONO, M.T dan H.M. ABDULLAH, S.E, (3) Dra. Hj. SITI NURMARKESI dan H. INDAR WIMBONO, S.T, M.M, (4) Ir. H. SUPRIYONO, M.M dan NASIKHIN Jr, (5) dr. H. NUR KHADZIQ, Sp.JP FIHA dan H.R. MASTUR DARORI, S.H, M.Si.
Setelah itu, kelima pasangan calon mengucapkan Ikrar Damai Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010 dengan dibimbing oleh anggota KPU Kendal FAHROJI, S.PdI. Setidaknya ada 8 (delapan) poin ikrar damai Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal yaitu :
1. Siap kalah siap menang, siap terpilih atau tidak terpilih dan mempedomani “Menang Ora Umuk Kalah Ora Ngamuk”
2. Siap untuk melaksanakan dan mensukseskan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010 sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
3. Siap melaksanakan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010 secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil untuk menegakkan kehidupan demokrasi bangsa dan negara Indonesia khususnya Kabupeten Kendal
4. Akan senantiasa ikut mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat serta iklim politik yang kondusif dalam pelaksanaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010, persatuan dan kesatuan serta tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5. Setiap perbedaan pandangan dalam menghadapi perselisihan yang timbul akan diselesaikan secara damai sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan mengedepankan asas kekeluargaan.
6. Berpartisipasi aktif membantu Polri dan TNI dalam menciptakan ketertiban dan keamanan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010
7. Menghormati dan menghargai hasil Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010 yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Kendal.
8. Semoga ALLAH SWT meridhoinya, Amin

Begitu mengucapkan ikrar damai, tamu undangan dari Muspida, Kepala SKPD, Camat, PPK se Kabupaten Kendal serta masyarakat bertepuk tangan tanda mendukung sambil berharap bahwa delapan poin ikrar damai tersebut benar-benar dilaksanakan dan bukan hanya kata di atas kertas.
Ikrar damai kemudian ditandatangani oleh kelima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010 sesuai nomor urutnya serta ditandatangani oleh Muspida yang terdiri dari Bupati Kendal, Dandim 0715, Kapolres, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua KPU serta Ketua Panwaslu Kabupaten Kendal.
Begitu ikrar damai selesai diucapkan dan ditandatangani oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010 dan pejabat yang berwenang, pagelaran wayang kulit semalam suntuk dimulai dengan diawali penyerahan “Gunungan” dari Ketua KPU Kendal Drs. H. Abdullah Sachur kepada Ki Enthus Susmono. Masyarakat yang awalnya berada di pinggir panggung langsung bergerak maju untuk lebih dekat menyaksikan pagelaran wayang kulit yang telah lama dinantikan masyarakat Kabupaten Kendal ini.
Disela-sela pagelaran wayang, Ki Enthus Susmono yang mengambil lakon “Wahyu Cakraningrat” menyisipkan pesan untuk TIDAK GOLPUT dan menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya pada pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010, juga mengajak masyarakat untuk anti terhadap terorisme.
Pagelaran wayang kulit ini ternyata di minati oleh masyarakat di Kabupaten Kendal, terbukti dengan banyaknya penonton yang memadati alun-alun Kabupaten Kendal. Lebih kurang ada 7.500 penonton yang memadati pagelaran wayang kulit tersebut, sehingga bisa dikatakan pagelaran ini sukses melihat animo masyarakat yang tinggi. Semoga hal tersebut juga berlaku pada partisipasi masyarakat Kabupaten Kendal menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Kendal tahun 2010. (Bag. Program &Data.)