Kendal. Partisipasi masyarakat masih dianggap sebagai legitimator terhadap hasil-hasil Pemilu, namun belakangan ini muncul sikap ketidakpercayaan terhadap lembaga public atau instansi-instansi politik, yang ditandai dari semakin rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dari pemilu ke pemilu perlu direspon oleh penyelenggara pemilu.

Berikut ini data mengenai tingkat partisipasi Pemilu di Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal.

Propinsi Jawa Tengah

Kabupaten Kendal

Pemilu

Partisipasi Masyarakat

Pemilu

Partisipasi Masyarakat

Pileg 2004 83,24 % Pileg 2004 85,51 %
Pilpres 2004 Putaran I 80,02 % Pilpres 2004 Putaran I 83,49 %
Pilpres 2004 Putaran II 76,96 % Pilpres 2004 Putaran II 80,57 %
Pilgub Jateng 58,46 % Pilgub Jateng 69,11 %
Pileg 2009 71,26 % Pileg 2009 73,38 %
Pilpres 2009 71,01 % Pilpres 2009 73,42 %
Pemilukada 2005 73,36 %
Pemilukada 2010 70,36 %

Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Kendal, diperlukan beberapa pemikiran dan masukan dari beberapa pihak yang berkompeten terhadap penyelenggaraan Pemilu. Oleh karena itu, bertempat di RM. Aldilla, Kendal pada hari Rabu, 12 Oktober 2011, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Upaya Peningkatan Partisipasi Pemilih Dalam Pemilu : Peluang Dan Tantangan Bagi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kendal Serta Pemangku Kepentingan Pemilu Di Kabupaten Kendal. Tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang timbul di dalam masyarakat menyangkut penyelenggaraan pemilu, merancang model sosialisasi efektif dan strategis dalam penyelenggaraan pemilu dan mencari format yang tepat tentang metode pendidikan pemilih dalam upaya mensukseskan pemilihan umum.

Peserta FGD ini terdiri dari KPU Kabupaten Kendal, Badan Kesbangpollinmas, Dispendukcapil, Bagian Tata Pemerintahan Setda Kendal, Disdikpora Kabupaten Kendal. Peserta dari partai politik adalah partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kab. Kendal periode 2009-2014 yang meliputi Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Nahdlatul Ummah. Peserta dari unsur akademisi yang terdiri dari perwakilan STIKES Kendal, Akbid Kab. Kendal, Akbid Uniska Kendal, Akper Muhammadiyah Kendal, STIT Muhammadiyah Kendal, STIKOM Kendal, STI Kendal. Selain itu, peserta yang mewakili Pemuda Muhammadiyah, PD Nasyiatul Aisyiyah, GP Ansor, PC Fatayat NU, Wanita Katholik Republik Indonesia, FKUB, KNPI dan terakhir PWI Kabupaten Kendal.

Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan FGD ini adalah turunnya partisipasi pemilih  pada pemilu disebabkan

  1. Rasa jenuh untuk memberikan suara yang didasari tidak ada dampak langsung yang diperoleh setelah Pemilu berlangsung
  2. Banyaknya janji-janji saat kampanye yang tidak terealisasi membuat munculnya perasaan enggan untuk menggunakan hak pilih
  3. Money politics menurunkan kualitas dan kredibilitas hasil pemilu yang berakibat timbulnya Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja anggota legislatif dan Kepala Daerah hasil pemilu.
  4. Kurangnya sosialisasi pemilu kepada pemilih dari semua stakeholder penyelenggara pemilu.

Rekomendasi untuk stakeholders agar pelaksanaan pemilu yang akan datang bias lebih baik adalah

  1. Penguatan pada Partai Politik, untuk bisa menghasilkan kader yang berkualitas dan bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
  2. Mengembalikan system pemilu kepada sistem yang lama (format penentuan caleg menganut sistem proporsional terbuka berdasarkan nomor urut)
  3. Adanya regulasi dan penindakan secara hukum yang bisa meminimalisasi terjadinya money politics saat pemilu (penguatan panwaslu dan aparat penegak hukum).
  4. Peningkatan sosialisasi di seluruh stakeholder pemilu sampai tingkat RT/RW.

Terselenggaranya diskusi ini diharapkan KPU Kab. Kendal dan stakeholders di Kab. Kendal lebih siap menyongsong pemilihan umum Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2013 yang tahapannya sudah dimulai tahun 2012.